Home » » Cerita sex 2010, [Melongok Mess Penampungan Dinas Sosial Batam] Dari Korban Perkosaan, Hingga Perempuan Gemar Telanjang

Cerita sex 2010, [Melongok Mess Penampungan Dinas Sosial Batam] Dari Korban Perkosaan, Hingga Perempuan Gemar Telanjang

Bertelanjang dada, bra yang hanya melingkar di perut, tak menghilangkan kesan kalau perempuan setengah baya ini mengalami gangguan jiwa. Ia hanya bisa berteriak. Entah siapa yang ia panggil. “Ke sini kau! Kesini kau! Sampai tujuh kali,” begitulah teriakan yang keluar dari mulut wanita setengah baya tersebut. Perempuan ini tidak berkeliaran di jalan-jalan. Geraknya terkurung dalam sebuah ruangan mirip penjara, berukuran 2x3 meter milik mess penampungan Dinas Sosial Kota Batam.

Selasa kemarin, tak terlihat pegawai dinas setempat maupun Petugas Satuan Polisi Pamong Praja di mess-yang hanya berjarak sepelemparan batu dari kantor Dinas Sosial Kota Batam ini. Tiga dari empat sel yang terletak di samping mess itu terlihat kosong. Pintu jerujinya dibiarkan terbuka, tak terawat. Itulah kesan dari keempat sel yang biasa dipakai untuk mengurung penderita gangguan jiwa itu. Lantainya kotor. Bau tak sedap pun sedikit menyengat.

Tapi mau tak mau, pasrah entah apa, perempuan yang dikurung di dalam satu sel tersebut hanya bisa mengoceh dengan kalimat yang tak dimengerti. Di ruangan sempit itulah, perempuan yang suka bertelanjang itu dikurung. Makan, buang air, terpaksa ia lakukan di ruangan sempit tersebut. Sel yang dihuni perempuan stres ini, terpaksa digembok.

Sementara itu, di dalam mess -yang pintu gerbangnya terbuka itu, seorang pria yang juga mengalami gangguan jiwa, terlihat larut dalam tawanya sendiri. Di atas tilam busa, tak mengenakan baju, seraya menyandarkan diri ke dinding ruangan, pria ini terus tertawa. Ia tak mau beranjak dari tempatnya, walau pintu ruangan tersebut tidak ditutup. Penampilannya terlihat tak terawat: rambut, kumis dan jenggot, dibiarkan panjang.

Nah, kondisi berbeda terlihat dari empat orang lainnya. Tiga perempuan dan satu pria seumuran 20-an tahun ini, terlihat asyik bercengkerama. Mereka, bisa dikatakan senasib, tapi beda kondisi. Empat orang lainnya yang masih ditampung di mess Dinas Sosial ini merupakan mantan tenaga kerja yang bermasalah di negeri Malaysia. “Sudah lama saya dipulangkan ke sini. Saya sudah tak betah,” kata Wati-begitu perempuan 21 tahun ini menyebut namanya.

Sejak 15 hari lalu dipulangkan dari Johor, ia mengaku sudah dipekerjakan di Batam, di dua tempat yang berbeda. “Tapi tak betah,” katanya. Alhasil, ia akhirnya pasrah dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Timur, Rabu (21/9). Walau bicaranya nyambung, namun Wati terkesan linglung saat ditanya. Diakuinya, ia merantau ke Malaysia tanpa persetujuan orangtuanya. Ia mengaku, hanya pamit untuk bekerja di Surabaya.

Setahun lalu itu, dengan pria yang baru ia kenal, katanya, ia memutuskan pergi ke Jakarta dengan kapal laut. Hanya dalam waktu singkat, Wati menambahkan, ia menjalin hubungan khusus dengan pria yang ia ketahui bernama Hartono itu. Mereka pacaran. Ketika dalam perjalanan di dalam kapal itulah, ia mengaku diperkosa Hartono. “Saya tak sadar digituin,” katanya. Saat ia mempertanyakan kenapa pacarnya memperkosanya, sang pacar pun mengaku kerasukan.

Sesampai di Jakarta, melalui sebuah agen pemberangkatan TKW, Wati pun diseberangkan ke Malaysia. Hanya saja, lantaran selalu mendapatkan majikan yang menurutnya kejam, ia pun sering kabur. Hingga akhirnya ditangkap, serta dikembalikan ke Batam.(chi/posmetrobatam)
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan