Home » » Kisah Abg 12 tahun yang di gilir 9 pemuda kampung | cerita sex 2010

Kisah Abg 12 tahun yang di gilir 9 pemuda kampung | cerita sex 2010

diimingi uang Rp10 ribu sampai Rp100 ribu, bocah malang sebut saja Melati (12) digilir sembilan orang lelaki. Melati sendiri adalah murid kelas II SD di Desa Ndungga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dan sejak enam tahun lalu ayahnya Arnoldus Ado, meninggal dunia.
Sedangkan ibunya Maria Mide, menjadi TKI di Malaysia sejak tahun 2006 dan belum pernah kembali sampai sekarang.
Sehari-hari Melati bersama kakak dan dua adiknya tinggal di rumah bibinya, meski sering pula dia menumpang tidur di rumah tetangga yang lain. Dan gadis kecil itu sudah menjadi korban bujuk rayu warga setempat, mulai dari yang remaja, Patrisius Rhewa (14), sampai kakek-kakek, Mateus Donggo (74), yang tega meniduri korban untuk melampiaskan nafsu bejat mereka.
Hal itu biasa dilakukan pada siang hari ketika korban pulang sekolah, baik di rumah korban, tersangka, maupun di kebun. Pada siang hari, kondisi kampung memang sepi sebab umumnya warga pergi ke ladang atau kebun.Kasus itu terungkap pada 3September lalu Marianus Lando (28), yang semula hendak mengajak tidur korban, tapi ternyata melihat Martinus Leta (60), warga kampung lain, sudah lebih dulu bersetubuh dengan korban di kebun.
Marianus jengkel karena nafsu setannya tak terlayani, dia pun melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat, Matias Bari.
Kemudian digelar pertemuan warga pada 7 September, yang semula hendak diselesaikan secara kekeluargaan, tapi seorang Babinsa mengusulkan kepada keluarga korban untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.
Akhirnya disepakati kasus itu dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ende pada 9 September, dan yang melaporkan Matias Bari dengan saksi Marianus Lando dan tersangka Martinus Leta.
"Hari itu juga kami mintai keterangan korban, ternyata terungkap pelaku 9orang, tiga di antaranya adalah ketua RT, saksi, dan tersangka sendiri. Jadi, tiga orang itu langsung kami tahan," kata Kepala Polsek Ende Ajun Komisaris Yulius Ola, Kamis (30/9). Enam tersangka yang lain adalah Patrisius Rhewa (14), Adrianus Pati (15), Filipus Ng
(14), Adrianus Pati (15), Filipus Ngoto (15), Kosmas Remba (18), Mateus Donggo (74), dan Nikolaus Nai (60). Bahkan, korban juga mengungkapkan, tersangka Kosmas Remba pernah berbuat hal serupa terhadap dirinya tahun 2009 sekali.
Korban yang sering tidur di rumah ketua RT, bahkan sampai seminggu ditiduri juga oleh ketua RT sendiri. Menurut Kepala Polsek Ende Yulius, para tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 287 Ayat 1Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan