Home » , , » gara-gara ramuan rahasia neneknya wanita ini sukses menghasilkan uang milyaran rupiah

gara-gara ramuan rahasia neneknya wanita ini sukses menghasilkan uang milyaran rupiah

"kisah sukses Leanna Archer Memimpin Bisnis Raksasa Leanna`s Inc, pada Usia 14 Tahun"

Ide membuat perusahaan yang menghasilkan produk perawatan rambut itu berawal saat Leanna berumur sembilan tahun. Bisnis tersebut diinspirasi dari kebisaan keluarga. Dalam tradisi keluarga Leanna, sang ibu selalu memberikan perawatan rutin terhadap rambut seluruh anggota keluarga putri. Produk perawatan rambut itu diciptakan oleh sang nenek melalui ramuan rahasia dengan bahan-bahan alami.

Antara lain, minyak avokad, kembang sepatu, kacang almond, dan pohon kina. ”Saat aku pergi ke sekolah dan ke mana pun aku pergi, setiap orang selalu bertanya bagaimana bisa rambutku tumbuh subur dan tebal. Mereka juga tanya di mana tempat membeli produk membuat rambutku subur. Saat itu aku bingung menjawab apa. Sebab, juga tidak tahu bahan apa yang digunakan oleh keluargaku,” ungkap Leanna kala menceritakan awal ide bisnisnya kepada harian Singapura, The Straits Times, pekan lalu.


Dari pertanyaan orang-orang di sekeliling itulah, Leanna akhirnya memiliki ide untuk menjual secara diam-diam produk perawatan rambut tersebut. Dia sengaja tidak memberi tahu keluarga karena takut dituduh tidak berkonsentrasi belajar di sekolah. Target pasar pertama tentu teman-teman sekolahnya di Long Island High School. ”Saat itu aku jual satu produk perawatan rambut yang dibuat nenek seharga 20 dolar AS (Rp180 ribu) hingga 30 dolar AS (Rp270 ribu),” paparnya. Meskipun dijual agak mahal, respons teman-teman Leanna ternyata sangat bagus. Produk perawatan rambut buatan nenek yang dia bawa ke sekolah selalu ludes terjual.

Karena banyaknya permintaan, Leanna akhirnya tak tahan untuk tidak memberi tahu sang nenek bahwa dirinya telah menjual produk itu. ”Ternyata, tanggapannya di luar dugaan. Nenek justru mengatakan akan mengajariku cara membuat produk tersebut ketika tidak ada orang di rumah,” terang gadis berkulit gelap itu.

Dukungan nenek mendorong Leanna mengembangkan bisnis tak hanya di kalangan sekolahnya. ”Aku memperluas pemasaran produk ke seluruh dunia dengan menjual secara online,” ungkap gadis yang tahun ini baru menginjak kelas IX itu. Melalui jaringan di dunia maya, Leanna menerima order hingga 350 paket per minggu. ”Satu paket berjumlah empat pomade (minyak rambut) berukuran kecil 15 dolar AS. Berisi delapan pomade seharga 25 dolar AS,” terangnya.

Sayang, saat roda bisnis Leanna baru berputar lancar, orang tuanya, Gregory dan Maritza Archer, bersikap skeptis alias tidak percaya terhadap kelangsungan usaha tersebut. ”Ayah dan ibuku bilang bahwa aku masih terlalu muda untuk berbisnis. Mereka memintaku menunggu hingga aku berkuliah,” ungkap Leanna. Akan tetapi, dia berusaha meyakinkan orang tuanya bahwa dirinya mampu membangun bisnis itu meski masih muda.

Di depan dua orang tuanya, Leanna membeber hasil penjualan, pelanggan yang berhasil dia himpun, dan tentu saja berapa gelimang uang yang sudah mengalir ke rekeningnya. Melihat keseriusan Leanna, hati orang tuanya akhirnya luluh. Bahkan, mereka rela meninggalkan pekerjaan lama dan terjun 100 persen untuk membantu usaha putrinya itu.

Dengan seluruh anggota keluarga di belakangnya, Leanna bersemangat menjual produk perawatan rambut yang mulai menggunakan nama Leanna`s Inc. Tak jarang menerima order dari salon kecantikan di berbagai negara maupun pesanan lewat telepon dari ibu-ibu rumah tangga di seantero Amerika.

Setahun kemudian, saat berusia 14 tahun, Leanna melebarkan jenis produk. Bukan hanya produk perawatan rambut, tapi juga produk perawatan wajah dan tubuh. Mulai sampo, kondisioner, pelembap rambut, krim pelembut kulit, lotion tubuh, hingga masker wajah. ”Produkku dapat digunakan oleh berbagai jenis rambut berdasar etnis,” paparnya sambil berpromosi.

Meski omzetnya sudah mencapai ratusan ribu dolar, Leanna`s Inc tidak berkantor di gedung megah. Leanna dibantu delapan karyawan, orang tua, dan neneknya untuk membuat produk itu di lantai bawah tanah (basement) rumah. Sebagian ruang digunakan oleh Leanna untuk menyusun konsep penjualan, ruang lain dimanfaatkan untuk memproduksi, mengemas, dan mengepak produk. ”Usahaku itu betul-betul usaha rumah tangga alias homemade,” tuturnya dengan bangga. Leanna mengatakan, perusaahaan yang sukses tidak harus bermodal besar, melainkan dimulai dari industri kecil rumah tangga.

Dia menyatakan, konsumen selalu puas setelah menggunakan produknya. Hal itulah yang membuat dia semakin termotivasi sekaligus memprioritaskan kualitas serta kepuasan konsumen. ”Dengan dibantu ayah, ibu, nenek, dan kakak laki-lakiku, pekerjaan membuat, mengepak, dan menjual produk itu di Amerika semakin mudah,” ujarnya. Dalam mengembangkan bisnis, Leanna memiliki cara yang kurang lebih sama dengan bisnis multilevel marketing, yakni melalui jaringan pertemanan. ”Aku membidik anak-anak kecil seusiaku sekaligus orang tua mereka untuk menjual produk di penjuru Amerika,” paparnya.

sumber : (JPNN, Jakarta)gambar milik :andriewongso.com
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan