Home » , » kisah Gamaliel-Audrey yang sukses gara-gara video mereka di youtube melejit melebihi ketenaran shita-jojo

kisah Gamaliel-Audrey yang sukses gara-gara video mereka di youtube melejit melebihi ketenaran shita-jojo

Gara-gara YouTube, Jojo dan Sinta berhasil membuka jalan menjadi artis. Nasib serupa segera dialami kakak beradik Gamaliel Tapiheru, 19, dan Audrey Tapiheru, 17. Bedanya, klan Tapiheru itu tak hanya mengandalkan gaya lipsync. Mereka punya suara emas yang sanggup membius penonton Harmoni SCTV di Balai Sarbini pada Agustus lalu. Kemampuan vokal itu pula yang membuat mereka kini mengantongi sebuah kontrak rekaman.

Pada Jumat, 3 September lalu, JPNN membuat janji bertemu dengan Gamal dan Audrey. Lokasinya di Sarinah, Thamrin, Jakarta. Malam itu mereka ada jadwal interview dengan sebuah radio. Di ruang tunggu, duduk orang tua mereka, George Tapiheru dan Magdalena Christie Budiharjo.

George dan Magdalena dengan hangat menemani dua anaknya yang semakin ''meledak'' pascatampil di konser Harmoni. ''Kalau kami sempat, pasti kami temani. Mereka ini beda sama anak-anak kebanyakan yang biasanya enggan ditemani orang tua. Maunya malah kami berdua menemani mereka terus,'' terang Magdalena yang menjadi penyanyi era 70-an itu.

Tak berapa lama kemudian, Gamal dan Audrey pun bergabung. Mereka berdua lalu menceritakan asal muasal hingga akhirnya menjadi seperti saat ini. Semuanya berawal dari Gamal yang ketika masih duduk di kelas 2 SMA Dian Harapan iseng mengunggah video. Dia menyanyikan sendiri lagu Save Me from Myself milik Christina Aguilera. ''Saya sering nonton YouTube. Biasalah anak sekolah, suka iseng lihat-lihat video. Banyak cover yang bagus dari orang Amerika, juga Filipina. Terus saya jadi terinspirasi untuk buat cover juga,'' jelasnya.

Satu video diunggah, lalu diikuti dengan video-video lain. Akhirnya lelaki kelahiran Jakarta, 9 Oktober 1990 itu mengajak Audrey ikut bergabung dalam ''proyeknya''. ''Ngajak Audrey soalnya waktu itu saya ingin nyanyi lagu orang. Tapi, lagu itu dinyanyikan duet. Jadi, harus cari partner,'' lanjutnya yang diiyakan sang adik. Setelah itu, mereka selalu mengunggah video berdua. Sampai sekarang sudah ada 12 video Gamal dan Audrey di YouTube. Yang paling banyak ditonton adalah ketika mereka menyanyikan lagu Lady Gaga feat Beyonce Knowles Telephone. Hingga berita ini ditulis, video tersebut sudah diunduh 777.355 kali. ''Memang lagu itu yang paling banyak dilihat,'' ucap pria yang sedang mendalami sinematografi di Universitas Multimedia Nusantara itu.

Sebenarnya, masih ada beberapa video lagi yang belum mereka unggah. Bahkan, ada juga yang sudah diunggah, tapi dihapus karena menurut Gamal dan Audrey kurang bagus. ''Pas sudah di-upload, kok kelihatan nggak bagus. Akhirnya dihapus. Ada juga yang gagal direkam,'' ungkap Audrey.

Apa yang membuat anak ketiga dan keempat itu ketagihan mengunggah video? Ternyata sejak pertama mengunggah, banyak respons positif menghampiri. Penampilan mereka dikomentari banyak orang. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga luar negeri. ''Seru aja melihat respons yang melihat (video). Malah ada juga yang komen pakai bahasa Latin. Nggak ngerti deh apaan artinya. Makanya kita upload terus,'' terang Gamal.

Rupanya, ada beberapa orang yang mengikuti video mereka, sampai-sampai menanyakan video apa lagi yang akan diunggah. ''Mereka tanya, what next? Malah ada yang request supaya kami menyanyikan lagu tertentu,'' tambah Audrey.

Kegemaran mereka menyanyi, merekam, lalu mengunggah rekaman itu ke situs berbagi video itu sudah diketahui sang mama. ''Kebiasaan Gamal sama Audrey suka rekaman di kamar, kami tahu. Waktu saya lihat dia lagi nyanyi di depan kamera sama adiknya, saya tanya mau dibuat apa. Dia jawab mau di-upload ke YouTube,'' jelas perempuan yang memiliki beberapa album rekaman itu.

Hanya, orang tuanya tidak mengira kalau akan seperti ini kejadiannya. Dua anaknya itu akan menjadi penyanyi sungguhan dan segera mengeluarkan single di bawah major label dalam waktu dekat. (jan/c2/ayi)(jpnn)
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan