Home » » Cerita dewasa daun muda, kisah Abg SMP di perkosa dua pria

Cerita dewasa daun muda, kisah Abg SMP di perkosa dua pria

NATUNA (BP) – Malang benar nasib bocah 13 tahun sebut saja Mawar. Gadis cilik yang baru duduk di bangku kelas satu SMP di Natuna ini, dicabuli dua pria di sebuah rumah toko ( Ruko) kosong di Ranai, Sabtu (15 /1). Lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya. Ungkapan ini mungkin tepat menggambarkan nasib malang yang dialami Mawar. Pasalnya, usai dicabuli oleh sang pacar SR, 20 , Mawar kembali menerima perlakuan serupa dari seorang oknum satpam yang memergoki mereka. Menurut Kapolres Natuna AKBP Dwi Yulistiono, korban didampingi kedua orang tuanya melaporkan kasus pencabulan ini ke Mapolres Natuna, Minggu (16 /1). Setelah menerima laporan dan bukti visum, polisi langsung menangkap satpam dan pacar korban. Dwi menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, usai korban menonton pertunjukkan lawak artis ibu kota di lapangan Pantai Kencana Ranai, Natuna. Saat itu, korban diajak keliling kota oleh sang pacar SR. Usai berkeliling, sekitar pukul 01.15 WIB dini hari, korban dibawa ke sebuah ruko kosong di Jalan Pemuda Ranai, Natuna. Dengan berbagai tipu daya, SR akhirnya berhasil memperdayai korban di ruko tersebut. Namun, beberapa menit kemudian, Mawar dan SR dikejutkan suara langkah orang datang. Sadar perbuatannya diketahui orang lain, SR langsung mengambil langkah seribu meninggalkan korban berikut sepeda motornya. Korban yang ketakutan kemudian
bersembunyi di lantai dua. Ternyata yang datang tak lain  adalah oknum satpam, yang kemudian menemukan korban. Melihat korban yang ketakutan, oknum satpam ini bukannya merasa iba, malah terbersit nafsu setan menikmati tubuh korban. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam korban dengan memberikan tiga opsi. Di antaranya akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, akan melakukan visum, dan yang terakhir harus melayani pelaku. ”Pilih mana? Saya laporkan ke polisi, saya visum, atau layani saya sekarang,” ucap Dwi, menirukan ancaman pelaku. Korban pun terpaksa pasrah menuruti nafsu setan tersangka
malah terbersit nafsu setan menikmati tubuh korban. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam korban dengan memberikan tiga opsi. malah terbersit nafsu setan menikmati tubuh korban. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam korban dengan memberikan tiga opsi. Di antaranya akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, akan melakukan visum, dan yang terakhir harus melayani pelaku. ”Pilih mana? Saya laporkan ke polisi, saya visum, atau layani saya sekarang,” ucap Dwi, menirukan ancaman pelaku. Korban pun terpaksa pasrah menuruti nafsu setan tersangka. ”Pelaku berhenti, setelah korban terus-terusan menangis dan mengeluh sakit,” jelas Dwi. Kedua pelaku ini dijerat pasal 81 Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berkaca dari kejadian ini, Kapolres mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak gadis maupun remaja di bawah umur, agar selalu mengawasi anak-anaknya, terlebih saat larut malam berada di luar rumah. (cca /batampos)
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan