Home » » Budidaya Ikan Koi Dikolam Terpal (skala rumahan ) bag.3

Budidaya Ikan Koi Dikolam Terpal (skala rumahan ) bag.3

Melanjutkan postingan yang lalu yang berjudul Budidaya ikan koi Dikolam terpal (skala rumahan) bag.2 , setelah semua teknik manupulasi agar ikan koi saya mau memijah di kolam terpal yang saya buat , saya menunggu hasilnya keesokkan harinya dan ternyata koi -koi tersebut belum mau memijah di hari pertama mereka berada di kolam terpal tersebut. namun saya tak kecewa karena berdasarkan ilmu yang saya baca di forum dan artikel di internet bahwa koi mau memijah terkadang membutuhkan waktu untuk beradaptasi di lingkungan baru mereka . jadi di hari kedua saya lakukan prosuder kedua, dengan mengganti sebagian air yang ada di kolam terpal tersebut dengan air baru. dan tak lupa saya kembali membuat hujan buatan dan memberi putih telur (seeperti di cerita postingan sya terdahulu).

 esok harinya sekitar jam 6 pagi saya kembali meliha kekolam terpal tempat ikan koi saya memijah dan wooo.... ribuan telur-telur koi menempel di tali rafia dan ada juga yang berserakan di dasar kolam maupun di dinding kolam terpal itu.segera saya angkat indukan koi saya yang berjumlah 3 ekor tersebut (1 betina koromo dan 1 jantan kohaku,1 jantan koromo) serta saya angkat mesin akurium yang berada dikolam pemijahan tersebut, yang tinggal cuma aerator dan telur yang ada .


dua hari kemudian sudah ada nampak tanda-tanda telur yang menetas dan setelah 5 hari yang memetas cuma sedikit , sekitar 300 ratusan saja, telur yang lain pada jamuran dan hari ke 6 larva ikan koi yang ada di kolam terpal tersebut mulai saya kasi makan (baca di postingan saya tentang cara membuat pakan untuk larva ikan). dan hari ke 10 mereka mulai saya kasi makan cacing sutra di seling pelet yang saya rendam dan di remas-remas dan secara rutin tiap 2 hari sekali airnya saya ganti sedikit (inga pergantian air jangan kasar dan menimbulkan arus yang kuat cukup perlahan-lahan saja tapi cpeknya mintak ampunnnnnnnnnnn...) .hari ke 30 saya mulai memberi mereka makan sebuk-serbuk halus dari pelet koi dewasa dan juga saya selingi dengan pelet yang direndam dan diremas-remas.

jadi setelah masuk usia 45 hari burayak atau bibit ikan koi hasil pemijahan pertama saya di kolam terpal tersisa cuma sekitar 200 ekor saja, dan terus berkurang seiring waktu dan sampai saat ini (tersisa hanya ttinggal 142 ekor yang ukurannya ada yang 4 inch dan ada juga yang masih 2,5 inch. dan kebanyakan anakannya berbeda dari indukkannya . dan yang membuat lelah jadi senang beberapa hasil pemijahan di kolam terpal itu ada yang punya kualitas , ada 1 yang jadi tancho yang bulatannya hampir sempurna , ada koromo yan sisiknya seperti buah anggur dan ada beberapa lagi yang kapan-kapan saya foto koi tersebut. dan ada juga kelas sayur tapi karena lagi rezeki, dari ratusan sisa sortiran saya ,anakan koi ini di beli orang

kesimpulan saya mengenai pengalaman pertama memijah ikan koi di kolam terpal dan pembesarannya juga di kolam terpal akan saya tulis nanti di postingan berikutnya......
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



3 komentar:

Anonim mengatakan...

tulisnya enak dan bermanfaat bagi yang baca... makasih ya dah dikasih kesempatan mampir and teruslah menulis yang bermanfaat bagi orang banyak

sekai-sekali mampir ke webku ya

www.keprikita.com

vie_three mengatakan...

ikan koi kaan terkenal di jepang ya.... dan ternyata bisa dibudidayakan di Indonesia dengan memakai kolam terpal pula. Bener juga yang namanya Usaha kalau ada kemauan pasti ada jalan.

dinda prasetia mengatakan...

ilmu nya berguna banget mas.. :) di Fauzi Online juga ada info menarik lhoo :)

Copyright © Perencanaan masa depan