Home » » Kelemahan dan Kekurangan Ilmu Hipnosis

Kelemahan dan Kekurangan Ilmu Hipnosis

Hipnosis juga masih banyak hal-hal yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan oleh ahlinya dengan tujuan tertentu. Berikut ini fakta-fakta tentang hipnosis yang diungkap oleh Lex dePraxis dalam bukunya "Menguasai Rahasia Transformasi Fast Hypnosis".

==Hipnosis bukan satu pil ajaib untuk semua penyakit dan semua orang. Sama seperti tidak ada satu perawatan yang selalu tepat untuk semua jenis orang. Ada beberapa orang yang mudah dihipnosis, sementara beberapa lainnya sulit sehingga harus ditangani secara unik dan berbeda.

Secara teori, hipnosis melibatkan penonaktifan kemampuan logika kritis klien dan penuntunan pada kondisi berpikir yang sangat terfokus sehingga responsif terhadap sugesti. Jika sulit dituntun pada kondisi demikian, maka hipnoterapi mungkin bukan solusi yang cocok bagi si objek.

==Hipnosis tidak selalu berhasil. Berbeda dengan orang yang berkunjung ke dokter, kesembuhan atau pemulihan tidak bergantung pada produk ataupun saran yang diberikan oleh hipnoterapis.

Khusus bagi orang yang ingin dihipnosis demi terapi kesembuhan tertentu maka ada syaratnya yaitu
*) berkomitmen absolut untuk perubahan/perawatan yang diinginkan
*) percaya bahwa seseorang bisa meraih tujuan tersebut,
*) mempercayai sang terapis dan proses yang dijalankan,
*) bersedia melakukan apa saja untuk sukses, termasuk mengikuti sugesti,
*) memahami bahwa pemegang kunci keberhasilan terapi tergantung pada diri sendiri.

==Hipnosis bukan alat pengobatan dan tidak menyembuhkan apapun. Terapi apapun yang dilakukan dengan hipnosis hanya berfungsi untuk meningkatkan, mendorong, mempercepat sebuah proses pengobatan, bukannya menggantikan proses pengobatan.

Dengan kata lain, hipnosis merupakan alat komplementer dalam penyembuhan sebuah penyakit. Jika seseorang memiliki sebuah kebiasaan buruk yang ingin dihentikan, hipnosis akan menciptakan kondisi dimana orang tersebut jauh lebih mudah untuk mengendalikan diri sesuai keinginan, namun tetap harus mengambil keputusan melakukannya.

==Banyaknya penggambaran hipnosis yang salah di media massa, maka orang berekspektasi mengalami perasaan unik tertentu ketika sedang dihipnosis. Prinsip itu salah!

Jika orang mengalami perasaan santai, lepas, nyaman dan rileks, maka akan tahu rasanya dihipnotis.

==Hipnosis bukanlah sains, melainkan seni. Sampai saat ini, para ahli psikologi dan kedokteran dunia masih memiliki perdebatan besar tentang hipnosis.

Masih ada banyak ketidaksepakatan tentang mekanika sebuah proses hipnosis sehingga keilmiahannya belum bisa dipastikan secara sains, walaupun semua mengakui hipnosis memiliki efek yang cukup nyata.

Itu sebabnya, jika ditanyakan apa itu hipnosis kepada sepuluh hipnoterapis, akan mendapatkan sepuluh definisi yang berbeda.

Bahkan sesama hipnoterapis pun belum begitu memahami apa itu hipnosis selain dari fakta bahwa ia bisa digunakan untuk tujuan yang positif.

==Hipnosis sangat mudah dipelajari, bahkan sudah dilakukan setiap orang tanpa sadar. Mempelajari hipnosis dapat dilakukan hanya dalam hitungan jam saja.

Tidak ada prinsip dan konsep yang terlalu sulit dimengerti karena pada dasarnya banyak orang sudah tahu, hanya belum pernah menyadarinya bahwa itu adalah hipnotisme.

Itu sebabnya, kursus belajar hipnosis seharusnya singkat dan biayanya sangat terjangkau karena para pelatihnya hanya akan menuntun melakukan dan menguasai apa yang sebenarnya sudah ketahui tiap orang (tribunnews.com)
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



1 komentar:

cafe mengatakan...

mengenai ilmu hipnosis, ada dalam buku "4 Jam Pintar Hipnosis".

Copyright © Perencanaan masa depan