Home » » Rasa Sakit

Rasa Sakit

Senin yang mendung, awan menghitam, seperti wajah-wajah kami yang tertunduk lesu diberanda rumah sakit umum. Aroma obat-obatan,erang dan rintih disetiap sudut ruangan menambah cekamnya suasana. Hilir mudik wanita-wanita dan pria-pria berbaju putih dengan sigap dan tangkasnya menekuni tiap tut-tut komputer dan kipet-kipet hapenya sambil menebar tawa dan canda seolah-olah mereka bekerja dan menjalankan tugasnya yang mulia sampai tak memperdulikan teriakan-teriakan kami disudut kamar yang tak mampu melihat erangan kesakitan seorang anak manusia... oh mengapa??...mereka sangat lalai hingga mengabaikan teriakan-teriakan kami?suasana sudah makin mencekam baru mereka datang dan bertanya dengan santainya" ada apa dengan anak ini?mengapa panik?bapak-ibu harus menunggu dokternya nanti kira 4 jam lagi baru datang", ha..geram rasa hati ini, Apa harus melihat nyawa yang mau lepas dari badan baru mereka mau menolong? Apa tidak ada tindakan yang semestinya pagi pasien yang sekarat ini, apa rasa sakit bisa menunggu beberapa jam lagi?? Mengapa mereka hanya bisa berkata tanpa bertindak? Apakah ini prilaku umum yang terjadi disetiap rumah sakit yang berbasis milik pemerintah?mereka merawat pasien seperti beban buat mereka, andai mereka bisa berpikir dan menyadari bagaimana seandainya posisi mereka seperti pasien..
"Tulisan ini saya buat untuk anaksaudara saya yang sekarang terbaring lemah dirumah sakit umum dan kekecewaan saya atas layanan para medisnya"

Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



20 komentar:

eri-communicator mengatakan...

bnegitulah cerminan indonesia pelayanan rumah sakit pemerintah tidak maksimal terutama bagi rakyat miskin, ada sebuah filosofi oprang miskin dilarang sakit.. tragis....

Penyamun Blogger mengatakan...

perlu perhatian lebih dari pemerintah tuh....

cucuharis mengatakan...

seringkali itu terjadi
seperti saat kemarin sahabatku dirawat

miris memang
semoga segera ada perbaikan

Blogger Ceria mengatakan...

moga cepet sembuh sob saudaramu.. :) :)

attayaya mengatakan...

semoga ponakannya cepat sembuh

rumah sakit memang banyak lalainya, bbudaya kerja yang tidak ada

IjoPunkJUtee mengatakan...

Sarana kesehatan dah jadi lahan mencari uang, aroma amis dari rumah sakit punya bisnis, tak peduli pasien kembang kempis, yang penting RS laris, tak peduli dengan si kantong tipis.....

sibaho mengatakan...

mereka itu lupa pada sumpahnya dulu begitu lulus pendidikan. mungkin sudah bebal melihat penderitaan orang. lho kok saya ikutan emosi :(

budiawanhutasoit mengatakan...

di indonesia ini, yg notabene punya Pancasila, tapi pelayanan RS sangat amat tidak menghargai nyawa manusia.
amerika yg bisa dibilang jumlah yg tidak percaya sama agama sangat banyak, tapi bila menyangkut pelayanan kepada yang sakit, jauh lebih pancasilais dibandingkan indonesia.
waktu sangat dihargai..agar nyawa manusia/pasien dapat diselamatkan.

tragis ga sih..

Anton mengatakan...

keadaan selalu berubah.jika kita mulai merubahnya

J O N K mengatakan...

harus ada perbaikan. saatnya rakyat kecil lebih diperhatikan, biar negara ini makin keren :)

Lala mengatakan...

Semoga saudaramu lekas sembuh dan segera ada perubahan dari pihak Rumah Sakit.

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

Sabar BOs, maklum biasanya Perawat emang kyk gitu. Kudoain Sodaramu cepet sembuh

attayaya mengatakan...

semoga mereka bisa berubah menjadi lebih baik

vie_three mengatakan...

parah bener pelayanannya yak, ternyata begitu toh pelayanan yg ada di Indonesia.... ckckckckck

attayaya mengatakan...

ini net aku yg lelet ato apa ya?

Anak malang mengatakan...

Nice bLog N post(^_^)

attayaya mengatakan...

lho utak-atik timplet rupanya
mantap

anindyarahadi mengatakan...

semoga rencana saya tercapai. amin

♥ Neng Aia ♥ mengatakan...

haduh prihatin bgt yah sama Indonesia.. dimana-mana adaaa aja yg nyesekin dada!

sabar.. sabar... semoga saudaranya cepat sembuh :)

taufikasmara mengatakan...

Udah jadi rahasia umum kalau pelayanan medis di Indonesia sangat lemah. Terutama yang milik pemerintah. Padahal pemerintah selalu berusaha menaikkan anggaran gaji untuk paramedis. Namun sayang, peningkatannya tidak sejalan dengan peningkatan profesionalitas manusianya.

Copyright © Perencanaan masa depan