Home » » Benda-benda yang bisa buat orang kebal terhadap senjata apapun(seperti si pitung)

Benda-benda yang bisa buat orang kebal terhadap senjata apapun(seperti si pitung)

Menurut sejarah masa lalu ada beberapa benda-benda yang bisa buat orang kebal terhadap senjata apapun seperti cerita si pitung yang kebal terhadap tembakan belanda, benda-benda itu diantaranya :

1. Besi kuning, besi ini amat lah langka , namun masih ada orang yang memilikinya dan masih ada orang yang sempat melihatnya, termasuk beberapa kerabat saya masih dapat melihat bentuknya. Besi kuning ini berbentuk kecil biasnya disematkan didalam tubuh (seperti susuk) , jika sudah ada didalam tubuh , satu benda tajam pun tidak bisa menembus badan orng yang memakainya, namun jika sudah tua besi kuning ini harus segera di keluarkan , kalau terlupa maka si pemakai badabbya tidak pernak busuk.

2. Rantai babi, rantai ini hanya ada di badan raja babi hutan, yang katanya badan babi ini bisa setinggi 2 meter dan besar seperti anak gajah dan amat sulit di temukan di jaman sekarang ini . Jika seseorang mendapatkan rantai babi ini , maka jika dipakai tubuhnya akan kebal terhadap senjata tajam apapun jenisnya.

3. Tangkal ( seperti yang dipakai si pitung) , sebuah kantong kecil terbuat dari kain hitam yang didalamnya berisi beragam benda-benda seperti benang tujuh warna, tulisan-tulisan mantra, benda-benda laut, akar bahar, serbuk besi dll, dan diberi sedikit mantra atau jampi-jampi . benda ini juga bisa buat orang yang memakainya akan kebal terhadap senjata , namun banyak pantangannya , seperti di wc harus dilepaskan , tidak boleh di bawa-bawa yang kotor dll.

Namun sekebal apapun benda-benda diatas pasti ada penangkalnya, salah satunya tunas atau buah dari pohon bakau dan teras pohon kelor yang katanya mampu mengalahkan oran-orang yang berilmu kebal.

Sekian dulu cerita sejarah masa lalu ini , moga generasi melenium tidak lupa bahwa bangsa ini terbentuk dari sejarah dan bukan langsung jadi maju dan modern seperti sekarang ini.
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan